Pemberitahuan

Blog ini berisi Posting yang saya tulis sendiri dan ada yang bersumber dari website lain serta saya sertakan link sumbernya. di blog ini hanya untuk berbagi ilmu. bila ada kekhilafan saya mohon maaf. selamat berkunjung.

Membuat logo sony ericson dengan coreldraw

Posted by Belajar Desain On Jumat, 18 November 2011 1 comments
     
     Selamat ketemu lagi para pengunjung yang budiman.. kali ini kita akan belajar tentang bagaimana membuat sebuah logo yang sudah tak asing yaitu logo sony ericson. pada tutorial ini pembaca akan mempelajari tool shape, gradasi, marquee tool dan pemilihan warna gradasi multiple point.





langsung saja kita mulai :
1.kita buat sebuah lembar kerja baru dengan ukuran 100 mm x 100 mm
2. kita akan mengubah opsi setting
a. tekan menu edit > view grid untuk menampilkan grid
b. Ubah preferensi dengan cara tekan tombol keyboard CTRL + J atau tekan menu Tool > Options
c. Pada documents > grid pilih opsi spacing dengan ukuran 5 mm, tekan OK.
3. Buat lingkaran dengan tool ellipse tool ( F7 ) pastikan anda menekan tombol CTRL pada keyboard agar ukuran menjadi simetris. Posisikan lingkaran tersebut pada tengah-tengah area kerja dengan memilih lingkaran tersebut dan tekan tombol P pada keyboard. Jika ukuran tidak sesuai dengan area kerja ubah pada property bar object size width dan height 100 mm
create logo with corel
4. Warnai lingkaran tersebut dengan interactive fill tool ( G ) melalui klik dan drag. Pilih type gradasi adalah radial. Untuk memunculkan opsi fountain fill gunakan tool fountain fill ( F11 ).
create logo with coreldraw
5. Buat lingkaran lagi dengan opsi sebagai berikut. Bila kedua lingkaran tidak sesuai maka pilih lingkaran baru dan pilih lingkaran pertama dengan menekan tombol CTRL + klik, setelah itu tekan tombol keyboard C kemudian tekan tombol keyboard B. Untuk menghilangkan garis tekan klik kanan pada warna none ( ikon bintang paling atas pallete warna ).
tutorial create logo
6. Buat lingkaran ketiga dengan opsi berikut
membuat logo dengan corel
7. Copy dan paste lingkaran pertama yang kita buat dengan cara klik kanan copy dan klik kanan paste. Buat lagi satu lingkaran di atasnya dengan opsi sebagai berikut.
logo tutorial coreldraw
8. Setelah lingkaran terakhir sesuai dengan gambar di atas, copy lingkaran tersebut
9. Pilih dua lingkaran terakhir menggunakan CTRL + KLIK dan klik tombol combine ( CTRL + L )
tutorial coreldraw
10. Dengan pick tool ( tool paling atas ) double klik lingkaran yang sudah di combine sehingga tool berubah menjadi shape tool. Ubah lingkaran yang ada di tengah menjadi seperti gambar berikut.
belajar coreldraw
11. Paste lingkaran yang sudah Anda copy sebelumnya ( no 8 ) dan lakukan combine seperti cara 9
free logo tutorial coreldraw
12. Dengan pick tool ( tool paling atas ) double klik lingkaran yang sudah di combine sehingga tool berubah menjadi shape tool. Ubah lingkaran yang ada di tengah menjadi seperti gambar berikut.
cara membuat logo dengan coreldraw
13. Hilangkan garis pada objek terakhir dengan cara klik kanan pada pallete warna none. Warnai objek tersebut sesuai dengan aturan opsi sebagai berikut.
membuat logo dg coreldraw
14. Buat 3 lingkaran sesuai opsi dibawah dan beri warna putih. Putar ketiga lingkaran tersebut menjadi 45 derajad.
tutorial dasar coreldraw
15. Hasilnya
membuat logo dengan coreldraw

selesai sudah.. gimana? gampang to... siapapun bisa membuatnya.

sampai ketemu lagi pada tutorial selanjutnya...




source : ahlidesain
Baca Selengkapnya

Efek Animasi Kobaran Api dengan Flash

Posted by Belajar Desain On Sabtu, 12 November 2011 0 comments



       berbagai macan efek animasi bisa kita buat dengan flash, kita sekarang akan membuat efek api yang menyala nyala menggunakan flash. yang kita perlukan hanya sedikit pembuatan objek lalu kita sisipkan code script ke objek tersebut lalu bukan sulap bukan sihir... jadilah api yang membara...^_^..
oke tanpa banyak bacot lagi langsung ikuti step by stepnya :



1. Buatlah sebuah flash document dengan warna stage hitam
.
2. Buatlah sebuah lingkaran berwarna radial dengan kode #FFFFFF alpha 100% dan #FFFFFF alpha 0%. Seleksi lingkaran tersebut dan tekan F8. Pada kotak dialog yang muncul masukkan api sebagai name dan movie clip sebagai type lalu tekan ok.

3. Seleksi movie clip api di stage dan tekan F8 lagi. Pada kotak dialog yang muncul masukkan animasi_api sebagai name dan movie clip sebagai type serta titik registration berada ditengah-tengah lalu tekan ok. Klik 2 kali movie clip animasi_api untuk masuk ke dalam stagenya.

letaka
Letak objek di frame 1 movie clip animasi_api

4. Klik kanan frame 10 dan pilih Insert Keyframe. Seleksi movie clip api dan tekan Ctrl+F3. Pada panel properties yang muncul ubah Color menjadi Tint berwarna kuning. Ubah posisi movie clip api di frame 10 ke atas.

letakb

Letak objek di frame 10 movie clip animasi_api

5. Klik kanan frame 20 dan pilih Insert Keyframe. Seleksi movie clip api dan tekan Ctrl+F3. Pada panel properties yang muncul ubah Color menjadi Tint berwarna merah . Ubah ukurannya menjadi sedikit membesar dan juga ubah posisinya ke atas.
letakc
Letak objek di frame 20 movie clip animasi_api

6. Klik kanan frame 25 dan pilih Insert Keyframe. Seleksi movie clip api dan tekan Ctrl+F3. Pada panel properties yang muncul ubah Color menjadi Tint berwarna hitam. Ubah posisi movie clip api sedikit ke atas dan juga kecilkan bentuknya.
letakd2x
Letak objek di frame 25 movie clip animasi_api

7. Klik kanan frame 1 dan pilih Create Motion Tween. Klik kanan frame 10 dan pilih Create Motion Tween. Klik kanan frame 20 dan pilih Create Motion Tween.

8. Tekan Ctrl+E untuk kembali ke stage scene 1. Seleksi movie clip animasi_api dan tekan Ctrl+F3. Pada panel properties yang muncul masukkan animasi_api sebagai instance name.

9. Klik frame 1 dan tekan F9. Pada kotak actions yang muncul masukkan script berikut :

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
//membuat variable i dengan nilai 1
var i:Number = 1;
//membuat variable jumlah_api dengan nilai 50
var jumlah_api:Number = 50;
//membuat variable x dengan nilai koordinat awal x movie clip animasi_api
var x:Number = animasi_api._x;
onEnterFrame = function () {
 //jika nilai variable i kurang dari atau sama dengan nilai variable jumlah_api
 if (i<=jumlah_api) {
  //duplikasi movie clip animasi_api dengan nama bari api+i dan pada level kedalaman i
  duplicateMovieClip(animasi_api, "api"+i, i);
  //mengatur letak koordinat x movie clip api+i
  _root["api"+i]._x = x+6-(Math.round(12*Math.random()));
  //nilai variable i ditambah 1
  i++;
 //jika tidak
 } else {
  //nilai variable i menjadi 1
  i = 1;
 }
};
10. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya.


gimana.. gampang kan?.. 
kalau susah di sini saya sertakan file latihan untuk contohnya yang dapat di download di sini :














SOURCE : warung flash

Baca Selengkapnya

Animasi Revolusi Bulan mengitari Bumi

Posted by Belajar Desain On Senin, 07 November 2011 1 comments

Haaah... gara-gara hujan deras daerah jogja nih. saya tidak bisa masuk kuliah di amikom temn,.. diem di kontrakan sambil maen game terus lama-lama bosan juga.. dari pada pusing kita coba buat tutorial yang mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi para pengunjung blog saya,


kali ini dalam tutorial belajar desain93, kita akan membuat sebuah animasi berupa bulan yg mengitari bumi. sebenarnya, teknik ini masih simple karena hanya menggunakan Motion Guide dan sedikit permak. oke langsung aja kita mulai tutorialnya oke :D




1. Buatlah 4 buah layer dengan mengklik tombol Insert Layer untuk memasukan layer baru. Pastikan posisi masing-masing layer seperti gambar di bawah ini:

timeline1-revo
Gambar awal timeline

2. Pastikan anda aktif di Layer 1. Gambarlah sebuah lingkaran besar (sebagai bumi) dan tempatkan di tengah-tengah stage. Seleksi seluruh lingkaran tadi dan tekan Ctrl+C untuk mengcopy lingkaran tersebut.
3. Klik Layer 4 agar anda aktif di layer tersebut. Setelah anda berada di Layer 4, klik kanan stage dan pilih Paste in Place.
4. Klik Layer 3 agar anda aktif di layer tersebut. Gambarlah sebuah garis berbentuk oval seperti di bawah ini.

oval-revo
Garis berbentuk oval

5. Hilangkan sedikit garis di bagian atas garis oval tersebut sehingga akan ada 2 ujung di garis oval tersebut.
garis-revo
Pastikan kedua ujungnya terpisah
6. Klik Layer 2 agar anda aktif di layer tersebut. Gambarlah sebuah lingkaran kecil (sebagai bulan) di stage Layer 2.
7. Seleksi lingkaran kecil tersebut dan tekan F8. Pada kotak dialog yang muncul masukan bulan sebagai Name dan Movie Clip sebagai type lalu tekan OK.
8. Tempatkan movie clip ini di ujung garis oval sebelah kiri (pastikan titik registration movie clip ini berada di ujung garis)
9. Klik kanan frame 70 Layer 3 dan pilih Insert Frame
10. Klik kanan frame 70 Layer 2 dan pilih Insert Keyframe. Ubah letak movie clip di frame 70 layer 2 ke ujung garis oval bagian kanan (pastikan titik registration movie clip ini berada di ujung garis)
11. Klik kanan frame 1 Layer 2 dan pilih Create Motion Tween
12. Klik kanan Layer 3 dan pilih Guide. Singgungkan Layer 2 ke Layer 3.
13. Klik kanan frame 30 Layer 1 dan pilih Insert Keyframe.
14. Klik kanan frame 63 dan pilih Insert Frame
15. Hapus lingkaran besar di frame 1 Layer 1
16. Klik kanan frame 70 Layer 4 dan pilih Insert Frame.
17. Klik kanan frame 64 Layer 4 dan pilih Insert Keyframe
18. Klik kanan frame 30 Layer 4 dan pilih Insert Keyframe. Hapus lingkaran besar di frame 30 Layer 4 ini
19. Sehingga di Timeline akan tampak seperti di bawah ini:

timeline-revo
Gambar akhir timeline

20. Tekan Ctrl+Enter untuk melinat hasilnya.

Gimana teman? gampang kan?.. kalau ingin lebih realistis kita tinggal menggambar bumi dan bulan seperti aslinya. tapi ya gak harus persis kayak aslinya.. kita sesuaikan dengan bentuk kartunnya oke..
sampai di sini dulu tutorial ini semoga bisa bermanfaat bagi pembaca.












source : warung flash

Baca Selengkapnya

Mengenal Resolusi Photoshop

Posted by Belajar Desain On Jumat, 04 November 2011 0 comments






Pada pembuatan document baru untuk Photoshop secara default adalah color mode, RGB resolusi adalah 72 pixel/inch. Bagi disain pemula mungkin belum begitu mengerti tentang color mode RGB resolusi tsb. karena dengan resolusi  72 pixel/inch akan berakibat image kurang maximal untuk cetak/offset dengan Lpi 150/175. Untuk standar cetak pada umumnya file Photoshop adalah resolusi 300 pixel/inch, bukan per cm untuk pemakaian file 100%.




resolusi Photoshop
Perbandingan Resolusi 72 dpi dengan 300dpi

Memang untuk tampilan di monitor untuk file resolusi 72 dpi atau 300 dpi tidak begitu kelihatan, tapi untuk hasil cetak 150/175 lpi jauh berbeda. Sedangkan untuk color mode RGB dengan CMYK akan menghasilkan warna yang berbeda pada hasil cetaknya. Dengan begitu kalau  misalkan anda disain mungkin kalau boleh saya sarankan untuk file Photoshop color mode CMYK dan Resolusi 300 DPI.
Semoga penjelasan di atas bermanfaat

Terima Kasih

Semoga Bermanfaat 
Baca Selengkapnya

Memberi Efek Dance Ray pada foto

Posted by Belajar Desain On 0 comments

       Langsung aja, pada tutorial kali ini kita akan membuat sebuah foto menjadi lebih hidup dan menarik dengan menambahkan efek dance ray. tutorial ini sangat mudah di pahami dan pasti langsung bisa dong... langsung aja ikuti langkah-langkah di bawah ini. check it out!..








1. Tahap pertama adalah pemilihan sebuah foto yang akan kamu gunakan. Gunakan saja foto kamu sendiri atau boleh juga dengan menggunakan foto “Dance” di bawah ini. Kalau gitu, save dulu deh fotonya... 
image ilmugrafis.com

2. Kemudian buka foto yang tadi kamu save kedalam Photoshop melalui perintah Menu File > Open. Setelah fotonya berada dalam Photoshop, klik-ganda layer background untuk mengubah layer background menjadi layer biasa. Kamu juga dapat mengganti nama layernya misalnya saja layer “Dance”

image ilmugrafis.com

3. Sekarang kamu hapus background dari foto tersebut. Kamu dapat melakukannya dengan memilih Eraser Tool (E) pada toolbox dan menyapukannya ke area background foto.
image ilmugrafis.com

4. Buatlah layer baru dengan mengklik icon Create a new layer dan posisikan layer baru tersebut di bawah layer “Dance”. Beri nama layer tersebut “Black Background”.


image ilmugrafis.com
perpaduan tombol Shift+F5 pada keyboard untuk menampilkan kotak dialog Fill. Saat kotak dialog Fill tampil, pilih Black pada bagian Use. Dan klik OK.
image ilmugrafis.com

Sehingga background fotonya sekarang menjadi warna hitam.


image ilmugrafis.com

5. Sekarang beralih kepada layer “Dance”. Pilih Menu Layer > Layer Style > Outer Glow.
Pada kotak dialog Layer Style bagian Outer Glow, sesuaikan nilai opacity dan sizenya seperti ilustrasi berikut.


image ilmugrafis.com

Coba kamu lihat hasilnya! Hmm tapi ini belum selesai, masih banyak lagi yang mesti kita lakukan Lagi.


image ilmugrafis.com
Tekan tombol “D” kemudian tekan juga tombol “X” pada keyboard untuk memberikan warna putih pada Foreground Color. 

6. Kemudian pilih Ellips Tool (U) dan buatlah sebuah lingkaran. Posisikan layer “Shape 1” diantara layer “Dance” dan layer “Black Background”. Dan kurangi nilai Opacitynya menjadi 50%.
image ilmugrafis.com

Duplikat layer “Shape 1” sebanyak 3 kali dengan cara menekan perpaduan tombol Ctrl+J pada keyboard. Dan atur letak ke-4 objek lingkaran tersebut seperti berikut.


image ilmugrafis.com

7. Buatlah layer baru dengan mengklik icon Create a new layer dan posisikan layer tersebut tepat di bawah layer “Dance”. Beri nama layer tersebut “Grunge”.


image ilmugrafis.com

8. Pilih Brush Tool (B) pada toolbox dan di sini saya akan menggunakan jenis brush “Flow and Grunge”. Silahkan download dulu brushnya   >>disini.<<



image ilmugrafis.com

9. Dan sapukan brushnya di layer “Grunge” yang kita telah buat sebelumnya.
image ilmugrafis.com

10. Buat lagi layer baru dengan mengklik icon Create a new layer dan posisikan layer tersebut di atas layer “Dance”. Beri nama layer tersebut “Line”.
image ilmugrafis.com

11. Pilih Brush Tool (B) pada toolbox. Gunakan jenis Brush yang berbentuk bulat. Dan berikan nilai 6px untuk Size dan 100% untuk Hardnessnya.
image ilmugrafis.com

12. Pilih Pen Tool (P) pada toolbox. Dan buatlah garis path seperti ini.
image ilmugrafis.com

13. Klik kanan pada Canvas Image dan pilih Stroke Path.
image ilmugrafis.com

Pada kotak dialog Stroke Path, pilih Brush pada bagian Tool. Dan klik OK. 
image ilmugrafis.com

14. Lalu tekan enter untuk menghilangkan garis pathnya. Dan lihat hasilnya. 
image ilmugrafis.com

15. Pastikan layer “Line” masih dalam keadaan aktif. 
Sekarang pilih Menu Layer > Layer Style > Outer Glow.
Pada kotak dialog Layer Style bagian Outer Glow, sesuaikan nilai opacity dan sizenya seperti ilustrasi berikut. 
image ilmugrafis.com

Coba hasilnya, garis yang kamu buat tadi menjadi seolah-olah tampak bercahaya. Keren yah? Eits, tapi ini belum selesai. Mari kita lanjutkan. 
image ilmugrafis.com

16. Pilih Eraser Tool (E) dan hapuslah sebagian garis yang ditunjukan oleh anak panah pada gambar berikut agar garis tersebut tampak melingkari tubuh si Dancer. 
image ilmugrafis.com

Untuk yang terakhir, buat lagi layer baru dengan mengklik icon Create a new layer dan posisikan layer tersebut di atas layer “Line”. 
Beri nama layer tersebut “Light”.
image ilmugrafis.com

17. Pilih Brus Tool (B) yang bersisi lembut atau Brush yang nilai Hardnessnya sebesar 0%. Buat semacam bola cahaya dengan warna biru dan orange. 
image ilmugrafis.com

18. Pilih Menu Filter > Blur > Gaussian Blur
image ilmugrafis.com

Dan berikan nilai Radius sebesar 25px. Jangan lupa klik OK.
image ilmugrafis.com

Tadaa! Hasil akhirnya adalah seperti ini. Oh ya, kamu juga dapat menambahkan objek-objek lainnya agar lebih menarik. 
Be creative designers and good luck!
image ilmugrafis.com


Dance Ray dengan Grunge Effect
Semoga aja apa yang saya tulis disini bisa menjadi satu inspirasi dan bahan pembelajaran bagi temen-temen yang sedang belajar Photoshop. 













source : ilmugrafis.com
Baca Selengkapnya